Jakarta (Lampost.co) -- Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.761 per USD. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih memberikan imbas negatif bagi nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 10 April 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp13.764 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.759 hingga Rp13.767 per USD dengan year to date return di minus 1,52 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.557 per USD.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,34 poin atau 0,19 persen menjadi ditutup di 23.979,10 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 8,69 poin atau 0,33 persen, menjadi berakhir di 2.613,16 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 35,23 poin atau 0,51 persen, menjadi 6.950,34 poin.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada Minggu lalu bahwa dia tidak mengharapkan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan terjadi menurut laporan-laporan media. Tentu ada harapan agar perdagangan bisa terus membaik dari waktu ke waktu.

Para analis mengatakan komentar-komentar positif dari Pemerintahan Trump telah membantu mengangkat sentimen pasar pada Senin. Para investor telah menjadi gelisah selama beberapa waktu, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia telah meminta Perwakilan Perdagangan AS untuk mempertimbangkan pengenaan tarif tambahan pada produk impor dari Tiongkok senilai USD100 miliar dan meningkatkan kekhawatiran perdagangan serta menjerumuskan pertumbuhan ekonomi ke dalam ketidakpastian.



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR