JAKARTA (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.362 per USD. Butuh sentimen positif signifikan untuk membuat nilai tukar rupiah terus mengalami penguatan.

Mengutip Bloomberg, Selasa (22/8/2017), nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp13.344 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.342 per USD hingga Rp13.345 per USD dengan year to date return di minus 0,91 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.126 per USD.



Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 29,24 poin atau 0,13 persen menjadi berakhir di 21.703,75 poin, dan indeks S&P 500 ditutup naik 2,82 poin atau 0,12 persen menjadi 2.428,37 poin. Sementara itu, indeks Komposit Nasdaq turun 3,40 poin atau 0,05 persen menjadi ditutup pada 6.213,13 poin.

Tanpa data penting yang dirilis pada Senin 21 Agustus, Wall Street sedang menunggu pidato Presiden AS Donald Trump yang diawasi secara cermat pada Senin malam waktu setempat mengenai strategi AS untuk perang di Afghanistan.

Selain itu, para investor juga terus mengawasi perkembangan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK). Pasar berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian politik di Gedung Putih.

Trump mengumumkan awal bulan ini bahwa dia membubarkan dua lembaga Dewan Manufaktur serta Forum Strategi dan Kebijakan, karena para pemimpin bisnis mengundurkan diri dari dewan tersebut atas ucapan Trump tentang kekerasan Charlottesville.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR