Jakarta (Lampost.co) -- Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.782 per USD. Berkurangnya kekhawatiran terjadinya perang dagang memberikan efek positif terhadap nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 27 Maret 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.716 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.707  hingga Rp13.718 per USD dengan year to date return di minus 1,35 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.504 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 669,40 poin atau 2,84 persen, menjadi 24.202,60 poin. Indeks S&P 500 meningkat 70,29 poin atau 2,72 persen, menjadi 2.658,55 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 227,88 poin atau 3,26 persen, menjadi 7.220,54 poin.

Pada Jumat lalu, saham-saham AS merosot untuk sesi kedua berturut-turut, dengan Nasdaq jatuh lebih dari 2,4 persen, karena sentimen investor tertekan oleh rencana Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada produk impor dari Tiongkok.

Pada Sabtu lalu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He melakukan percakapan telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, mendesak upaya bersama untuk menjaga stabilitas hubungan perdagangan Tiongkok-AS.

Liu menyatakan harapan bahwa kedua belah pihak akan tetap rasional dan bekerja sama untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan mereka secara keseluruhan. Setelah percakapan, Mnuchin mengatakan pada Minggu bahwa dia berharap secara hati-hati kesepakatan dapat dicapai dengan Tiongkok, menurut Fox News.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR