Jakarta (Lampost.co) -- Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi tercatat melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.742 per USD. Meredanya kekhawatiran perang dagang memberikan stimulus untuk USD menguat dan ujungnya menekan nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 28 Maret 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp13.746. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.741 hingga Rp13.753 per USD dengan year to date return di minus 1,38 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.536 per USD.

Di sisi lain,  indeks Dow Jones Industrial Average naik 204,96 poin atau 0,85 persen, menjadi ditutup pada 24.407,56. Indeks S&P 500 meningkat 13,05 poin atau 0,49 persen, menjadi berakhir di 2.671,60 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 12,96 poin atau 0,18 persen menjadi 7.233,50 poin.

Pasar melonjak pada Senin 26 Maret 2018, dengan semua tiga indeks utama d Wall Street menyaksikan persentase kenaikan harian terbaik mereka sejak 2015, karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tampak berkurang.

Kekhawatiran perang perdagangan tampak berkurang terlebih lagi setelah komentar Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang. "Tidak ada pemenang dalam perang dagang," kata Li, menyerukan sikap yang rasional dan sungguh-sungguh ketika menangani masalah ketidakseimbangan perdagangan Tiongkok-AS.

Li mendesak komunitas internasional untuk bersama-sama melindungi sistem perdagangan multilateral dengan perdagangan bebas sebagai landasannya, dan menentang proteksionisme dan unilateralisme.

Namun, penurunan tajam dalam saham-saham teknologi, yang dipimpin oleh Facebook, merusak sentimen positif para investor. Saham Facebook anjlok 4,90 persen menjadi USD152,22 setelah Bank of America Merrill Lynch menurunkan target harganya pada jaringan media sosial tersebut untuk kedua kalinya dalam lima hari terakhir.
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR