Jakarta (Lampost.co) -- Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis (2/8/2018) pagi, tercatat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.414 per USD. Nilai tukar rupiah belum mampu menguat signifikan meski tingkat inflasi terkendali di angka 0,28 persen atau berada di bawah perkiraan.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 2 Agustus 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.449 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.126 hingga Rp14.564 per USD dengan year to date return di 6,53 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.223 per USD.

Sementara itu, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1664 dibandingkan dengan USD1,1697 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3127 dibandingkan dengan USD1,3124 di sesi sebelumnya. Dolar Australia kehilangan USD0,7399 dibandingkan dengan USD0,7435.

Sedangkan USD membeli 111,57 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 111,84 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9919 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9900 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2994 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3002 dolar Kanada.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menurun sebanyak 81,37 poin atau 0,32 persen menjadi 25.333,82. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 2,93 poin atau 0,10 persen menjadi 2,813.36. Indeks Nasdaq Composite meningkat 35,50 poin atau 0,46 persen menjadi 7.707,29.

Indeks Dow menurun dengan Caterpillar dan 3M di antara pemain terburuk. Saham Caterpillar dan 3M masing-masing turun 3,66 persen dan 2,48 persen. Sebagian besar dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah. Apple melonjak 5,89 persen pada laba kuartalan yang kuat dan akhirnya mendukung Nasdaq untuk menghijau.

Wall Street sangat memperhatikan keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga utama atau mempertahankan kisaran target suku bunga acuannya di 1,75 persen hingga dua persen, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR