Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.319 per USD. Sentimen positif belum berdatangan signifikan untuk memperkuat nilai tukar rupiah terus berbaris di zona hijau.

Mengutip Bloomberg, Selasa 24 Oktober 2017, nilai tukar rupiah dibuka melemah ke Rp13.531 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.526 per USD hingga Rp13.538 per USD dengan year to date return di minus 0,52 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.314 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,67 poin atau 0,23 persen menjadi 23.273,96. Kemudian S&P 500 kehilangan 10,23 poin atau 0,40 persen menjadi 2.564,98. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 42,23 poin atau 0,64 persen menjadi 6.586,83.

Saham VF Corp melonjak 5,39 persen menjadi USD69,95 setiap Senin, setelah perusahaan pakaian tersebut melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan, yang mereknya termasuk Timberland, North Face dan Dickies, juga mengangkat pandangannya.

Musim penghasilan ini telah dimulai dengan baik. Menurut perusahaan konsultan Earnings Scout, sekitar 80 persen perusahaan yang melaporkan earning triwulanan mencapai titik terendah pada hari Jumat, sementara di atas 70 persen telah melampaui perkiraan penjualan.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa pendapatan campuran S&P 500 perusahaan pada kuartal ketiga 2017 diperkirakan akan meningkat 3,8 persen dari tahun ke tahun, sementara pendapatan diperkirakan akan meningkat 4,4 persen.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR