PESAWARAN (Lampost.co) -- Kawanan pencuri membobol rumah guru SD di Dusun C,  RT 002/RW 003, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Sabtu (6/10/2018), dini hari.

Maling menggasak sepeda motor Honda Beat BE-4281-RP,  4 buah telepon seluler berbagai merek, serta uang tunai sekitar Rp1,1 juta. Kasus ini telah ditangani Polsek Padangcermin.



Sugiarsih (50), guru SD itu menuturkan, pencurian di rumahnya diketahui sekitar pukul 04.00 dini hari, setelah anak sulungnya, Edo terjaga, dan berteriak mengatakan rumahnya dimasuki maling dan pintu belakang rumah sudah terbuka. Begitu dengar teriakan Edo, saya langsung bangun dan  liat motor sudah gak ada. Pintu belakang sudah  kebuka, "ujar guru SD di Teluk Pandan itu.

Ibu dua putra itu lalu memerintahkan anaknya segera menghubungi keluarganya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Tak lama kemudian kerabatnya datang, lalu bersama sama mereka memeriksa semua ruangan dan ketiga kamar. Rupanya bukan hanya sepeda motor yang hilang, kawanan pencuri juga menyikat 4 buah telepon seluler, yakni merk Samsung warna putih tipe S.5 dan Samsung lipat warna hitam, Nokia warna hitam tipe C.2, telepon seluler merk OPPO tipe A.39 warna keemasan dan  uang tunai sekitar Rp1,1 juta.

Motor Beat yang dicuri itu bernomor rangka: MHIJFZ123HK219035 dan nomor mesin : JFZIE2226637. "Dompet anakku yang ditarok dicelana dan digantung dikamarnya juga diambil maling itu. Dompet itu isinya STNK Yamaha Vixion BE-5609-RI, SIM C ,KTP dan HP Samsung lipat warna hitam , "ujar Sugiarsih. Menurutnya kunci motor Honda bead yang raib itu diambil pencuri dari kamar putra keduanya (Nando). Padahal kunci kontak tersebut ditaruh di bawah bantal yang digunakan kedua anaknya tidur.
"Pokoknya maling itu masuk ketiga kamar kami dengan leluasa. Padahal biasanya anakku ini tidurnya selalu malam. Malam tadi (malam sabtu) kami sekitar jam sembilan sudah pada ngantuk semua, "ungkapnya.

Korban mengatakan, sekitar pukul 02.30, dia sempat terjaga dari tidur karena mendengar ada benda yang jatuh. Dugiarsih menduga ulah kucing. Setelah membersihkan pecahan mangkok ia kembali ke kamar melanjutkan tidur. "Gak lama aku tidur, ada lagi mangkok yang pecah. Aku bangun lagi, tapi waktu itu motor masih ada dan pintu masih tutup, katanya.

Sugiarsih memperkirakan saat itu maling sudah di dalam rumah. Sebab, setengah jam dari aku tidur yang kedua anaknya terjaga dan berteriak jika rumahnya kemasukan maling. Motor tak ada, dan pintu belakang sudah terbuka.
Kanit Intel Polsek Padangcermin Aipda Mastam bersama Bhabinkamtibmas Desa Hanura, Brigpol Riwan tiba di rumah korban untuk melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi dari warga. Pagi itu juga sekitar pukul 08.00, kasus ini dilaporkan ke Polsek Padangcermin, sesuai bukti laporan polisi Nomor : TBL/B-343/ X/2018/ RES. PESAWARAN/SEK.PACER tertanggal 06 Oktober 2018.

 

 

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR