BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penyakit meales (campak) dan rubella (campak Jerman) menjadi ancaman serius penduduk Indonesia. Penyakit akibat virus tersebut dapat menyerang anak hingga orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan akibat belum memperoleh imunisasi meales dan rubella (MR).
Penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian. Sementara rubella sangat bahaya jika menjangkiti ibu hamil yang menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan sindrom rubella kongenital. Sindrom rubella kongenital mengakibatkan janin lahir dengan kelainan jantung, kerusakan otak, katarak, ketulian dan keterlambatan perkembangan.
Medical Officer Organiasi Kesehatan Dunia (WHO), Vinod Bura, memaparkan hingga saat ini, Indonesia termasuk 10 negara dengan kasus campak dan rubella terbesar di dunia. Jumlah kasus campak tahun 2010 – 2015 sebesar 23.164 kasus. Sementara jumlah kasus rubela dalam rentang tahun yang sama mencapai 30.463 kasus.
“Rubella bisa ditularkan pada ibu hamil, yang juga akan menyerang janin, dan mengakibatkan anak lahir dengan kecacatan,” ujarnya dalam workshop media yang digagas WHO, Kemenkes, dan AJI Indonesia di Jakarta, Sabtu-Minggu (21-22 Juli 2018).
Vinod menyarankan setiap perempuan, sebelum menjalani kehamilan melakukan serangkaian pemeriksaan Torch untuk mendeteksi empat jenis penyakit, yakni toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan Herpes. Jika tes menunjukkan tidak ada kekebalan dokter akan menyarankan melakukan vaksinasi dini sebagai pencegahan anak terkena rubella.
Sementara Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang, dalam kesempatan tersebut memaparkan, vaksinasi adalah satu-satunya cara untuk memutus ancaman campak dan rubella. Tidak hanya untuk orang yang divaksin, cakupan imunisasi yang tinggi menurutnya akan membentuk kekebalan kelompok yang bisa memberikan perlindungan kepada semua orang dalam satu lokasi.
“Imunisasi hingga saat ini sudah terbukti membuat Indonesia bebas dari beberapa penyakit, seperti cacar yang mampu dibasmi dari dari tahun 1980, dan sudah setop imunisasi, serta polio pada 2006, dan tetanus pada ibu hamil,” ujarnya. 
Vensya, menyebut Kemenkes pada Agustus- September mendatang kembali mengadakan program kampanye vaksin meales dan rubella (MR) fase kedua. Vaksinasi akan diberikan kepada seluruh anak usia 9 bulan-15 tahun yang dinilai paling rentan terkena MR, di 28 provinsi di luar Jawa, termasuk Lampung. 
Untuk itu, dirinya berharap seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga para jurnalis dapat terus mengampanyekan pentingnya imunisasi MR, untuk mencegah penyakit MR di masyarakat.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR