PALEMBANG (Lampost.co)--Ruas tol Terbanggi Besar– Pematang Panggang sepanjang 112 kilometer merupakan proyek prioritas bagian dari jalan tol trans sumatera (JTTS) yang membentang dari utara pulau Sumatera sampai Selatan menembus Nanggroe Aceh Darusalam sepanjang kurang lebih 2.770 kilometer. 

Untuk itu, menteri BUMN Rini Soemarno berharap ruas Terbanggi Besar- Pematang Panggang selesai akhir tahun 2019.



“Investasi tol ruas Terbanggibesar- Pematangpanggang yang menembus hutan belantara mencapai Rp11 triliun. Saya harap PT Waskita Karya (Persero) Tbk bisa menyelesaikan pekerjaan  akhir Tahun 2019,” kata Rini usai melakukan ekspedisi tembus tol trans sumatera ruas Bakauheni-Palembang di Palembang, Kamis (30/8/2018).

Dengan percepatan pembangunan jalan tol, harap Rini, dapat memecahkan permasalahan kemacetan yang timbul pada ruas jalan utama. Keberadaan jalan tol juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomu daerah sekitar dan nasional.
“Pembangunan jalan tol trans sumatera merupakan bagian dari usaha pemenuhan peningkatan kebutuhan akan prasarana jalan raya di sumatera. Untuk itu diprioritaskan,” ujar Menteri BUMN.

Sementara Direktur Utama Waskita Karya (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Putra mengatakan ruas tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang termasuk dalam delapan ruas prioritas tersebut antara lain adalah Medan – Binjai, Palembang – Indralaya, Pekanbaru – Dumai,  Bakauheni-Tebanggibesar, Pematangpanggang – Kayuagung, Palembang – TanjungApi-Api, Kisaran – Tebingtinggi yang ditargetkan akan selesai dibangun pada akhir tahun 2019.
Ia menyebutkan  progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai 73% dan pembebasan lahan sudah mencapai 90,80%. 

Menurut dia, kareteristik lokasi tol ruas Terbanggi Besar- Pematang Panggang didominasi rawa dengan kareteristik tanah lempung dan pasiran lepas, sehingga dibutuhkan teknologi khusus.

“Dalam pelaksanaan kontruksi  kami menggunakan metode soil improvement (vacuum preloading) dengan waktu pekerjaan sampai 4 bulan,” kata Gusti.

Pertama, ungkap Gusti, dilakukan pembersihan dan instal platform, kemudian dilanjutkan pekerjaan instal PVD, PHD dan geomembran. Lalu, instal instrument dan alat monitoring.

Vacuum akan dihentikan setelah derajat penurunan (settlement) mencapai 90% dan daya dukung tanah dilevel geomembran 110 Kpa.

“Metode ini juga kami terapkan pada ruas Palembang- Indralaya dan Pematangpanggang- Kayu Agung,” pungkasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR