MENGGALA (Lampost.co) -- RSUD Menggala Kabupaten Tulangbawang berhasil melakukan tindakan operasi pemasangan kateter tenckoff untuk Dialisis Peritoneal (CAPD) by Nefhrologist untuk yang pertama kalinya di Provinsi Lampung.

Tentunya ini merupakan satu lagi prestasi gotong royong yang ditorehkan putra terbaik Tulangbawang di bidang kesehatan, salah satu wujud nyata pengabdian pada masyarakat melalui program BMW yakni melayani semaksimal mungkin untuk masyarakat. Keberhasilan operasi itu dilakukan oleh Direktur RSUD Menggala Dr. Lukman Pura bersama tim.



Lukman menjelaskan operasi pemasangan kateter CAPD pertama oleh konsultan ginjal hipertensi di Lampung. Terapi pengganti ginjal (TPG) merupakan suatu tindakan perawatan yang diperlukan penderita penyakit ginjal kronik tahap akhir (PGTA) untuk mempertahankan hidup pasien. Terapi utama pada penderita penyakit ginjal kronik (PGK) tahap akhir seharusnya transplantasi (cangkok) ginjal dimana fungsi ginjal akan kembali seperti sedia kala karena secara alamiah digantikan oleh ginjal baru dari donor.

Apabila transplantasi ini tidak dapat dilaksanakan maka penderita harus menjalani hemodialisis atau cuci darah kronis menggunakan mesin seumur hidupnya. Alternatif lain adalah dialisis menggunakan selaput peritonium perut atau yang lebih dikenal sebagai CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau dengan istilah lain Dialisis Peritoneal Mandiri Berkesinambungan (DPMB).

Kegiatan pelayanan/insersi kateter menindaklanjuti upaya tersebut, telah dilakukan operasi perdana pemasangan kateter tenckoff CAPD sebagai media akses untuk dilakukannya tindakan cuci darah menggunakan selaput perut pada 3 Desember 2018 di RSUD Menggala.

Operasi dilakukan pada seorang wanita Ny. M berusia 40 tahun, domisisli di Kota Menggala sebagai penderita gagal ginjal terminal yang telah menggunakan cuci darah dengan mesin Hemodialisis (HD) sebanyak 48 kali (sekitar 6 bulan) selama ini.

Operasi ini merupakan tindakan pemasangan (insersi) selang kateter pada perut penderita, sebagai cara (akses) masuknya cairan cuci darah (dianeal) ke dalam rongga perut.

Operasi ini merupakan operasi pertama kalinya di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Tulangbawang yang dilakukan (operator) oleh konsultan Ginjal Hipertensi (KGH/Nefrologist) RSUD Menggala.

Pada operasi perdana kali ini, terlaksana dengan baik dan dilakukan bersama tim CAPD RSUD Menggala dan PT. RTS yang telah membentuk kerja sama (PD clinic) sebelumnya dalam penyiapan dan tatakelola pasien CAPD, serta mendapat pendampingan dua perawat mahir CAPD dari RS Khusus Ginjal (RSKG) Ny. RA Habibie Bandung - Jawa barat.

Upaya peningkatan dan diferensiasi pelayanan medis pada RSUD Menggala ini merupakan salah satu terobosan dan akselerasi yang dilakukan atas komitmen Pemkab Tulangbawang yang terus bergerak melayani warga (BMW) untuk melayani dan menyediakan pelayanan umum (public services) yang bermutu, profesional dan akuntabel pada masyarakat luas.

RSUD Menggala Lampung yang merupakan rumah sakit Kelas B non-pendidikan dan juga sebagai rumah sakit rujukan Regional III Lampung sebagai rumah sakit penyangga dengan wilayah jangkauan pelayanan meliputi 7 (tujuh) kabupaten di sekitarnya. Potensi peran tersebut dan dengan adanya SDM yang dimilikinya (4 konsultan/sub-spesilistik dan 22 spesialis lainnya) terus berusaha meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan medis dari waktu ke waktu.

Momentum peningkatan dan diferensiasi pelayanan medis tersebut, telah ditandai dengan telah diresmikannya Gedung Instalasi Ginjal Terpadu (PGT) dan Gedung Pelayanan Hemato-Onkologi Terpadu (HOT) RSUD Menggala pada  20 September 2018 oleh Bupati Tulangbawang Winarti.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR