GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Sebagai pionir penyedia layanan kesehatan, Rumah Sakit Demang Sepulau Raya akan menerapkan tarif fleksibel pada masyarakat tidak mampu. Terutama untuk jasa pelayanan mobil ambulans dan biaya perawatan untuk masyarakat yang belum masuk program jaminan kesehatan.

Direktur RS Demang Sepulau Raya dr. Otniel Wijatmoko mengatakan sebagai lembaga pemerintah di bidang kesehatan, sudah menjadi tugas utama pihaknya melayani masyarakat. "Kami sering mendengar masyarakat kesulitan membawa keluarganya yang sakit," kata dia.



Kepala Bidang Penunjang Medik RS Demang Sepulau Raya, Anton Wibowo, mengatakan RS Demang sering membantu masyarakat yang akan membawa keluarga yang sakit. Sebab klaim jaminan kesehatan tidak ada jasa ambulans.

"Namun kami siap membantu masyarakat. Karena kita sering mendapat permintaan masyarakat yang butuh mobil ambulans dan sudah meminta bantuan ke tempat lain namun tidak bisa. Sudah menjadi tanggung jawab kami memberi pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat," tambah dia.

Saat ini RS Demang Sepulau Raya memiliki enam unit mobil ambulans dan enam sopir. "Setiap hari 3 sopir wajib piket. Selain itu perawat pendamping juga siap," kata dia.

Dia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menandatangani MoU dengan Polres Lampung Tengah untuk pelayanan bagi warga yang bermasalah hukum. Dengan Dinas Sosial juga akan menandatangani MoU bagi warga yang tidak jelas identitasnya.

Menurut Anton, RS Demang Sepulau Raya sudah memiliki ruang khusus untuk tahanan Polres Lamteng. Begitu juga dengan masyarakat yang tidak ada identitasnya, baik titipan Polres atau temuan masyarakat.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR