BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Evan Mardiansyah terdakwa kasus pengadaan alat sekolah berupa mebel pada SD dan SMP oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) tahun anggaran 2016, menyebut jika aliran dana proyek mebel tersebut mengalir ke beberapa orang termasuk Kadis Pendidikan kabupaten setempat.

Alhajar Syahyan selaku penasehat hukum Evan Mardiansyah di persidangan merinci jika aliran dana bangku sekolah itu mengalir kepada Rudi Hartana sebesar Rp250 juta, selain itu Hapzi selaku kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat Rp400 juta.



"Untuk yang jumlahnya puluhan juta ada juga mengalir ke Foster Dalals, Aris Hardiansyah bin Asril sebesar Rp15 juta, Tolib Rp5 juta. Semua ini disebutkan di persidangkan oleh saksi Tolib," katanya.

Baca Juga:

Kasus Korupsi Pengadaan Alat Sekolah Bakal Seret Kadis Pendidikan Pesibar

Alhajar mengatakan dari 71 alat bukti yang dihadirkan, kliennya tersebut tidak pernah disebut-sebut. Atas alasan itu, menurut dia Evan tidak bersalah seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum.

"Kita inikan mau membuka perkara ini, semestinya yang bertanggungjawab adalah kuasa pengguna anggaran, PPK, PPTK, dalam undang-undangnya kan sudah jelas," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR