KOTABUMI (Lampost.co)--Dampak dari musim yang tidak menentu, petani jeruk di Kabupaten Lampung Utara mengkhawatirkan rontok buah yang biasanya terjadi saat musim penghujan dan kondisi buah jeruk masih muda. 
Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jaya Bersama, Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Wiyono saat dihubungi Lampost.co, Kamis (28/6/2018), mengatakan dari sekitar 30 hektare tanaman jeruk yang berproduksi di wilayah sentra penghasil jeruk Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, hanya 10 ha areal lahan yang berbuah.

Sementara, dengan kondisi musim yang tidak menentu dengan seringnya turunnya hujan disertai angin, petani jeruk di wilayah mengkhawatirkan rontok buah yang biasanya terjadi saat buah masih muda dan siap di panen.  Selain cuaca, dengan kondisi saat ini kelembaban pada tanah cukup tinggi dan itu juga berpotensi memicu serangan hama seperti lalat buah dan lembing. 
"Pada kondisi cuaca yang tidak menentu, petani jeruk di Desa Ibul Jaya mengkhawatirkan rontok buah. Sebab, selain faktor cuaca, yakni; hujan disertai angin, dengan kondisi saat ini juga berpotensi memicu serangan hama khususnya lalat buah dan lembing yang menyerang buah jeruk yang masih muda dan siap panen yang berakibat buah mengalami kerontokan" ujarnya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR