BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung Aditya M. Biomed menegaskan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa sasaran industri rokok adalah para anak muda. Rokok yang memiliki zat adiktif yang bersifat ketergantungan, membuat anak muda atau orang merokok menjadi kecanduan, sehingga tidak bisa konsentrasi atau sulit berfikir ketika tidak merokok.

Begitu juga dengan bahaya dari merokok, dari sisi kesehatan rokok terbukti penyebab utama kanker paru. Rokok juga menjadi penyebab kesehatan lain yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan salah satunya penyakit PPOK, kemudian tuberkulosis (TB) paru, rokok juga menyebabkan kanker di area tenggorokan.



"Sebenarnya rokok tidak terbantahkan menjadi penyebab kesehatan lain seperti gangguan kehamilan dan sebagainya. Rokok membuat ketagihan ada zat anti adiktif seperti narkoba yang menyebabkan seseorang kecanduan," kata Aditya yang juga kepala Unit Transfusi darah PMI

Merokok tidak hanya menyebabkan penyakit fisik tapi spikis yang membuat seseorang menjadi ketergantungan dan mengalami masalah gangguan kesehatan lain. Aditya menyayangkan dengan banyaknya iklan-iklan rokok yang semakin bayak di jalan, maupun di tempat-tempat umum lainya.

"Iklan rokok dengan bebas terpasang dan sangat mudah disasar oleh anak remaja maupun dewasa sehingga perlu peran pemerintah untuk mengatur iklan rokok," kata dia.

Dengan demikian ada yang membatasi dan membuat aturan bahwa tidak semua orang bisa membeli rokok dan menaikkan harga rokok setinggi-tingginya. "Saya sependapat yang mengatakan bahwa ada aturan pemerintah akan menaikan harga rokok setinggi-tingginya, sehingga tidak semua orang bisa membelinya," jelasnya.

Menurutnya, merokok bukan hanya membahayakan bagi perokok, tapi juga orang yang ada disekitarnya. " Rokok pasif jauh lebih berbahaya daripada perokok aktif," tandasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR