KRUI (Lampost.co)--Dugaan kecurangan perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Kabupaten  Pesisir Barat terus menuai protes. Salah satu calon anggota yang dinyatakan gugur dalam perekrutan anggota PPK kecamatan Way Krui, Rohayati, membeberkan dugaan kecuarangan yang dilakukan KPU, dalam proses perekrutan.

Kepada Lampost.co, Rohayati dikediamannya, Minggu(12/11), mengeluhkan proses rekrtumen anggota PPK dan pesimistis akan diproses jika mengeluhkan itu ke pihak KPU. "Sebetulnya sedih pas liat pengumuman, Nomor saya  keluar tapi namanya punya orang lain. Tapi komplain juga percuma, makanya saya kaget masa ada media yang mau mengangkat  persoalan ini," kata Rohayati.
Rohayati membenarkan jika pada saat mendaftar PPK dirinya mendapat nomor peserta tes dari panitia 093, saat melakukan tes tertulis dirinya dinyatakan lolos 10 besar, namun saat pengumuman lima besar no urutnya keluar dipengumuman tetapi atas nama orang lain. "Sebetulnya kejanggalan sudah terlihat dari pengumuman 10 besar, karena saat itu No yang muncul itu 096 atas nama Rohayati padahal nomor saya 093. Sedangkan No 096 itu atas nama Riza Anwar. Saya tetap mengikuti tes wawancara. Dan saya nggak tahu ada apa tidak nama Riza anwar.  Namun saat pengumuman 5 besar malah no saya 093 dinyatakan Lolos tetapi namanya malah Riza Anwar, kata Rohayati. 



Atas kejadian yang berulang itu, dirinya lantas mencoba laporkan kekeliruan tersebut ke Sekretaris KPU, untuk mendapatkan kejelasan. “Dari situ langsung saya lapor ke sekretaris KPU, lalu dia menghubungi komisioner namun tidak ada komisioner KPU yang mengangkat telepon,” kata dia. 
Setelah melihat berbagai kritik atas kinerja KPU, Rohayati berencana melaporkan ke Panwaslu terkait kejanggalan yang dialaminya. Tujuannya agar KPU lebih profesional dalam menjalankan tugas, sehingga tidak melakukan kelalaian yang merugikan orang lain.  “Secepatnya hal ini akan saya laporkan ke panwaskab Pesisir Barat,” ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR