RISMA, atau nama lengkapnya Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, tanpa voting terpilih menjadi presiden Asosiasi Pemerintah Kota dan Daerah se-Asia-Pasifik (Unite Cities Local Government Asia-Pacific/UCLG-ASPAC) periode 2018—2020, dalam kongres organisasi tersebut di Surabaya, Jumat (14/9).

Saat ini Risma menjalani periode kedua masa jabatan Wali Kota Surabaya sejak 17 Februari 2016. Wanita kelahiran Kediri, 20 Nevember 1961, itu sudah menjadi wali kota Surabaya sejak 2010.



"Aku enggak tahu proses ini. Aku enggak minta dan juga enggak kampanye. Mungkin mereka percaya, ya sudah saya juga ingin membantu merekalah," ujar Risma, kepada wartawan seusai terpilih.

"Saya ingin di sisa terakhir menjabat wali kota, bisa berbagi untuk daerah lain (Asia-Pasifik). Terutama kota-kota lain yang memang membutuhkan bantuan," tambah Risma.

Menurut Sekjen UCLG-ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, para delegasi pemerintah kota se-Asia-Pasifik hanya mengusulkan satu nama nominasi, yakni Risma. "Jadi mudah pemilihannya karena enggak ada voting," ujar Bernadia.

Alasan para delegasi memilih Risma, lanjut Bernadia, karena sudah banyak yang mengetahui kinerja Risma selama memimpin Surabaya delapan tahun terakhir.

"Karena memang kinerja Bu Risma sudah terkenal. Orang banyak tahu perbaikan di Surabaya. Inilah kenapa para delegasi menominasikan Bu Risma," ujar Bernadia. (Kompas.com, 14/9)

Untuk masa jabatan wali kota Surabaya periode kedua ini, pasangan Risma-Wisnu Sakti Buana mendapat dukungan dengan kemenangan mutlak 86,34% suara dari keseluruhan pemilih.

Sebelum 2010, menjadi wali kota, Risma menjabat kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya serta kepala Perencanaan Kota (Bappeko) hingga menang pemilihan wali kota. Risma meniti karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya sejak 1990-an.

Risma lulus dari jurusan Arsitektur ITS Surabaya pada 1982, kemudian sambil bekerja menyelesaikan S-2 Manajemen Pembangunan Kota di ITS (2002). Pada 4 Maret 2015, menerima gelar kehormatan doktor honoris causa dari ITS dalam bidang Manajemen Pembangunan Kota di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

Risma terkenal dengan gayanya yang keras memimpin pemerintahan Kota Surabaya. Ia marah besar ketika ada sebuah perusahaan promosi, massanya menginjak-injak taman. Dengan gaya begitu, kota yang ia tata sejak jadi kepala DKP, menjadi lebih asri, lebih hijau, dan lebih segar.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR