BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bambang Irawan (21) mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Lampung, melaporkan rekan satu kampusnya yakni berinsial BR dan empat rekannya ke Polresta Bandar Lampung, terkait pengeroyokan.

Bambang menjelaskan kepada Lampost.co, Bambang dan dua rekannya yakni Ferdina Artawijaya, dan Deni mengalami luka memar dan benjol, saat BR dan rekannya terlibat debat di ruang laboratorium meeting UML, pada kamis (21/12) sekitar pukul 19.00 WIB.
"Tib-tiba kami dipukuli, sampe bejol di jidat dan memar di punggug, kami sudah visum," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (26/12/2017).



BR dan kawan-kawannya, menurut Bambang, marah, karena pada saat proses pendaftaran calon Presiden Mahasiswa UML, calon yang diusung BR dan rekannya yang berasal dari fakultas teknik tidak lolos seleksi pemberkasan, sehingga pemilihan Presma dilakukan secara aklamasi.

"Saya ada di forum saat itu, kan biasa sih kalau debat, kadang sampe lempar kursi, tapi enggak pernah mukul, ini saya sama kawan babak belur, karena mereka enggak mau pemira aklamasi," ujarnya.
Sebenaranya proses dinamika kampus sudah biasa, namun menurut Bambang kali ini baru terjadi hingga ke tahap pengeroyokan. Awalnya mereka enggan melaporkan perkara ini, namun karena tak ada kejelasan dari pihak Rektorat, makanya perkara ini dilaporkan pada sabtu (23/12), dengan nomor laporan LP : B/7468/XII/2017/LPG/Resta Balam.
"Awalny enggak mau lapor, tapi enggak ada kejelasan ya maknya kita ke Polres, saya juga selama dua hari ini, dikawal terus sama mereka," katanya.
Terpisah Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo, membenarkan pelaporan tersebut, pihaknya akan segera mendalami perkara penganiayaan itu, karena peristiwa tersebut terkait kegiatan kemahasiswaan.
"Kami segera lidik, cuma bagusnya mau panggil masing-masing pihak dulu, kenapa bisa ribut," papar Harto.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR