BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Provinsi Lampung menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Akademik 2019/2020. 
 
Pendaftaran tersebut dimulai secara online dan datang lansung kesekolah masing-masing pada Senin-Rabu, 17-19 Juni 2019. Kemudian dilanjut dengan pengumuman pada 20 Juni 2019. Selanjutnya daftar ulang dilakukan pada 20-22 Juli 2019, lalu Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) pada 15-17 Juli 2019 dan awal Proses Belajar Mengajar (PBM) pada 15 Juli 2019. 
 
PPDB 2019 mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 melalui 3 cara. Yakni melalui sistem zonasi (90%); prestasi (5%); dan perpindahan tugas orang tua/wali (5%). Kegiatan PPDB dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi Warga Negara Indonesia usia sekolah yang memenuhi syarat tertentu untuk memperoleh pendidikan pada jenjang dan jenis sekolah secara obyektif, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  
 
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Diona Katharina mengatakan pemantauan PPDB di SMA Negeri 2 Bandar Lampung dan SMA Negeri 9 Bandar Lampung terlihat ramai. Siswa dan orang tua mengantri memadati sekolah tersebut. 
  
"Di hari pertama terlihat ramai padat yang mendaftar sampai ribuan orang. Antusias masyarakat sangat luar biasa untuk mendaftar. Kemungkinan dihari kedua akan banyak juga," katanya saat di temui disela pantauannya di SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Senin (17/6/2019). 
 
Kemudian ia mengatakan berpesan kepada orang tua dan calon peserta didik baru untuk terlebih dahulu mapping jarak antara sekolah dan tempat tinggal domisili. Ia mengatakan apabila ingin di terima di sekolah negeri maka carilah sekolah yang terdekat karena sistem seleksinya sudah zonasi jadi yang tempat tinggalnya dekat dari sekolah akan di prioritaskan masuk. Kemudian juga saat ini sekolah sudah sama tidak ada sekolah unggulan karena sudah dilakukan pemerataan pendidikan lewat zonasi. 
 
Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Suharto mengatakan untuk hari pertama PPDB berjalan lancar dan tertib belum ada keluhan. Siswa diantar oleh tuanya melakukan pendaftaran di sekolah kemudian dibantu operator yang disediakan sekolah untuk melakukan input data secara online melalui sistem aplikasi. 
 
"Animo masyarakat ada 2 analisinya yakni karena memang mau masuk sekolah yang diinginkan dan karena memang gak ngerti informasi mengenai zonasi. Contohnya saja di sekolah kita masyarakat berbondong-bondong mendaftar, sudah ada 1.200 formulir yang terdistribusi padahal kuota kursi kita hanya 360 siswa," kata Kepala SMA Negeri 9 Bandar Lampung ini. 
 
Karena peminatnya banyak, pihak sekolahpun membagi perkecamatan untuk memferivikasi pemberkasan untuk menghidari penumpukan calon peserta didik baru yang mendaftar. "Kita kelompokan perkecamatan biar tertib. Tanjung Karang Barat paling banyak pendaftarnya maka kita tempatkan di aula, kecamatan lainnya di ruangan lain misalnya," katanya. 
  
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR