JAWA TENGAH (Lampost.co)---Ribuan nelayan berunjuk rasa menolak aturan larangan menggunakan cantrang, di jalan lingkar utara (jalingkut) Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/1/2018). Mereka berorasi sambil menutup jalan dengan membakar ban bekas.

"Larangan cantrang membuat 53 ribu nelayan menganggur. Mereka terdiri dari para anak buah kapal, dan buruh pengolahan ikan," ujar tokoh nelayan Kota Tegal, Hadi Santoso.



Ia menjelaskan di Kota Tegal ada 600 kapal cantrang yang menyerap sekitar 20 ABK perkapal. Artinya akan ada 12 ribu ABK yang akan menganggur. Selain itu, lanjutnya, satu ABK menanggung rata- rata empat anggota keluarga.

Selain ABK, ada 11 pengolahan ikan dan 12 cold storage atau penyimpanan ikan. Dari industri pengolahan itu, 800 buruh terdampak. "Banyak orang yang dipaksa menganggur oleh Menteri Susi," tegasnya.

Usai berunjuk rasa, para nelayan yang berkumpul di kompleks Pelabuhan Perikanan Tegalsari selanjutnya berjalan menuju jaligkut.

Mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan menolak atas pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan soal melarang para nelayan menggunakan alat tangkap cantrang.

Sementara, Ketua PNKT, Susanto Agus, yang mewakili nelayan meminta kepada Wali Kota Tegal, Nursholeh dan Ketua DPRD Kota Tegal, Edi Suripno, untuk menandatangani petisi. "Nelayan cantrang berkontribusi sebanyak Rp550 juta setahun untuk pemerintah daerah. Makanya kami meminta petisi, kalau tidak, kita geruduk sama-sama," tegasnya.

Wali Kota Nursholeh dan Ketua DPRD Edi Suripno menandatangani petisi yang diminta para nelayan. Mereka siap menyampaikannya ke presiden.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR