KALIANDA (Lampost.co)--Hujan yang mengguyur sejak Minggu (25/2) malam mengakibatkan ribuan hektare tanaman padi di beberapa Kecamatan di Lampung Selatan, terendam banjir. Tanaman padi yang baru berumur sekitar 15 hari-30 hari itu terancam puso atau rusak. 

Ketua Gapoktan Mekar Mukti, Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Darto mengatakan hujan yang mengguyur di wilayah tersebut semalaman mengakibatkan sekitar 250 hektare tanaman padi tedampak banjir. Padahal, usia tanaman padi baru berkisar 7 hari hingga sebulan.
"Luas lahan persawahan di desa kami mencapai 535 hektare. Namun, sekitar 250 hekatare terendam banjir. Hingga kini belum dipastikan tanaman padi rusak. Yang pasti baru terancam rusak," katanya saat ditemui Lampost.co di sawah miliknya, Senin (26/2/2018).
Hal senada diungkapkan, Ketua Gapoktan Tani Maju, Desa Pulaujaya, Iskandar mengatakan luasan tanaman padi yang terdampak banjir seluas 50 hektare. Usia tanaman padi sudah 45 hari. "Kalau di daerah kami masih diguyur hujan, dipastikan luasan tanaman padi akan bertambah. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi," kata dia.
Sementara itu, Plh Kepala UPT Penyuluhan Pertanian (PP) Kecamatan Palas, yang juga Kepala UPT PP Kecamatan Sragi, Agus Santosa mengatakan berdasakan laporan dari PPL dan kelompok tani luasan tanaman padi yang terendam banjir seluas 1.809 hektare.



"Jumlah untuk realnya belum ada. Tapi, untuk sementara baru ada sekitar 1.809 hektare. Semua tanaman padi yang berusia 15-45 hari itu baru terdampak banjir. Sebagian masih ada bibit padi yang terendam banjir," katanya. 
Untuk Kecamatan Sragi, kata Agus, pihaknya baru menerima laporan seluas 400 hektare tanaman padi yang terendam. Namun, faktor alam ini kemungkinan bisa bertambah karena hujan masih diprediksi akan turun kembali. 
"Meski terendam banjir, petani di wilayah Kecamatan Palas dan Sragi sebagian sudah ada yang daftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal ini dikarenakan untuk menjamin tanaman padi yang terkena bencana," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lamsel, Puadi mengatakan setidaknya ada empat Kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Palas seluas 1.809 ha, Sragi (400 ha), Ketapang (7 ha) dan Sidomulyo (4 ha). Semua tanaman padi yang terdampak banjir berusia sekitar 15 - 30 hari. 
"Kami telah turun langsung mengecek kondisi tanaman padi yang terdampak banjir. Ia memperkirakan bila tanaman padi terendam selama tiga hari, maka dipastikan akan rusak," ujarnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR