KALIANDA (Lampost.co) -- Musim kemarau, lahan tanaman padi seluas 4.702 hektare di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, terancam kekeringan. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun lampost.co, luas lahan tanaman padi di kecamatan setempat seluas 5.822 hektare, yang sudah ditanami seluas 4.702 hektare. Usia tanaman padi yang berada di 14 desa Kecamatan Candipuro berkisar 14 hingga 60 hari. 



Untuk pasokan air, para petani setempat mengandalkan sumur bor, air irigasi dan pompa air yang bersumber dari Way Sekampung. 
"Kami sedot air dari irigasi untuk mengairi sawah," kata Sueb (51) salah seorang petani setempat, Senin (6/8/2018). 

Dikatakannya, jika dalam satu bulan kedepan tidak turun hujan, maka tanaman padi milik para petani akan mati atau fuso. 
"Air irigasi sudah semakin surut, kalau tidak hujan tanaman mati," kata dia. 

Sementara itu, Kepala UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Kecamatan Candipuro, Legiyem menjelaskan sampai saat ini tanaman padi belum ada yang puso. 

"Sementara ini belum ada tanaman padi yang puso," ujarnya. 

Dijelaskannya, Kecamatan Candipuro merupakan pilot projek pendistribusian pupuk bersubsidi dengan cara billing system di Lampung Selatan. 
"Untuk pendistribusian pupuk lancar, sedangkan hama tanaman hanya tikus," katanya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR