KALIANDA (Lampost.co) -- Akibat hujan yang terus menerus, ribuan hektare tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terendam banjir. Akibatnya, tanaman padi yang telah berumur 30 hari setelah tanam (HST) terancam gagal panen.

Seperti yang diungkapkan, Yono (39) warga Pulautengah mengatakan dirinya hanya bisa pasrah ketika lahan setengah hektare tanaman padi miliknya terendam banjir. Hingga kini tanaman padi miliknya belum mengalami perubahan penyurutan.



"Air berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Pisang yang menerebos dari pintu air yang rusak. Bahkan, ada beberapa titik air meluap melalui tanggul penangkis," kata dia saat ditemui, Selasa (13/3/2018) sore.

Sementara itu, Plh Kepala UPT Pelaksaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan luasan tanaman padi yang terdampak banjir susulan mencapai 1.225 hektare. Adapun banjir terjadi di Deaa Baliagung seluas 650 ha, Bumirestu 450 ha, dan Tanjungjaya 125 ha.

"Data itu merupakan banjir susulan yang kini masih menggenangi tanaman padi. Bahkan, banjir yang pertama seluas 1.809 ha masih terendam dan kedalaman banjir semakin dalam, termasuk di Desa Pulautengah," kata dia.

loading...

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR