MESUJI (Lampost.co) -- Ribuan hektare Kawasan Hutan Register 45 masih belum tergabung dalam kemitraan.

Hal itu diungkapkan Ketua Koperasi Wana Arum Jaya (WAY), Fitri, yang menaungi kelompok kemitraan di Kawasan Hutan Tanaman Industri Register 45, Sungai Buaya, Mesuji. Menurutnya, jika kondisi tersebut tidak lepas dari lemahnya penegakan hukum di Register 45. 



Itu disampaikan Fitri dalam acara rapat anggota tahunan koperasi usaha bersama WAJ di Rumah Makan Ngawi II, Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, Kamis (2/5/2019).

"Koperasi dibentuk 2015 dengan anggota 7 kelompok ani. Yang sesuai SK Kementrian luas lahan yang dicitrakan ada 9.000 Ha, namun yang baru tergarap sekitar 1.000 an Ha. Dilapangan banyak tantangan. Salah satunya adalah penegakan hukum," jelas Fitri. 

Disisi lain, Murni sebagai Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas kehutanan provinsi Lampung, meminta peningkatan jumlah warga yang bermitra. 

"Walaupun kemitraan sudah terbentuk, namun perlu ada peningkatan. Kami mengharapkan tidak ada lagi konflik. Namun, yang ada di lokasi kemitraan harus tahu hak dan tanggung jawab dari kedua belah pihak,"  kata Murni. 

Register 45 memiliki luas 43.100 Ha. 11.000 Ha sudah ditanami pohon karet oleh PT Silva Inhutani Lampung sebagai pemegang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) Register 45. Dan luas sisanya, dikuasai oleh perambah sejak 2012 silam. 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR