KUALA LUMPUR (Lampost.co)--Jelang Lebaran, Kementerian Luar Negeri RI memulangkah 404 WNI kelompok rentan dari detensi imigrasi Malaysia dan dari penampungan sementara KBRI Kuala Lumpur serta KJRI Johor Bahru, Rabu, 6 Juni 2018.

Mereka yang dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru melalui jalur laut, pelabuhan Pasir Gudang dan Stulang Laut berjumlah 222 orang. 



Sementara 182 orang lainnya dipulangkan dengan oleh KBRI Kuala Lumpur melalui jalur udara dengan penerbangan kemanusiaan Lion Air dari Bandara KLIA menuju Jakarta. Dari jumlah tersebut, 392 adalah perempuan dan 12 anak-anak. 

Mereka yang dipulangkan melalui jalur laut pada umumnya berasal dari pulau Sumatera dan sekitarnya. Setibanya di pelabuhan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, mereka ditangani Kementerian Sosial, untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing. 

Sementara itu, mereka yang dipulangkan melalui jalur udara pada umumnya berasal dari pulau Jawa, NTB dan NTT. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, mereka ditangani dan dipulangkan ke daerah asal dengan bantuan BNP2TKI.

Sejak pertengahan 2017, Pemerintah Malaysia sementara waktu tidak lagi membiayai deportasi sebagaimana yang dilakukan selama ini. Kebijakan tersebut diambil karena masalah internal di Pemerintah Malaysia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR