NEW YORK (Lampost.co)-- Hadir dalam high-level briefing di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan konsistensi Indonesia dalam mendorong tujuan utama Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). "Indonesia akan selalu menempatkan isu perlucutan senjata nuklir sebagai salah satu agenda prioritas dan mendukung penuh pelaksanaan NPT secara konsisten," kata Retno.

"Indonesia mendorong tujuan utama NPT harus terus diwujudkan melalui implementasi tiga pilarnya secara berimbang, komprehensif, dan non-diskriminatif, yaitu pilar perlucutan senjata, non-proliferasi, dan penggunaan nuklir untuk tujuan damai," lanjut Menlu Retno.



Selama ini, implementasi perjanjian NPT dinilai masih imparsial dan tidak memberikan perhatian yang cukup bagi akses negara berkembang terhadap penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Tahun 2020 akan menjadi momentum peringatan lima dekade sejak diberlakukannya perjanjian NPT secara resmi. Indonesia juga memainkan peranan penting dalam proses ini, sebagai Ketua Kelompok Kerja Gerakan Non Blok untuk non-proliferasi dan perlucutan senjata, dan mewakili suara kelompok negara-negara berkembang.

"Keberlangsungan hidup umat manusia akan ditentukan oleh keberanian kita untuk menghapuskan senjata nuklir selamanya," ucap dia lagi.

Indonesia menekankan bahwa hasil 2020 NPT Review Conference haruslah mencerminkan langkah maju yang positif, termasuk dalam memastikan hak semua negara menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai serta komitmen untuk terlibat secara konstruktif dengan seluruh pihak dalam isu perlucutan senjata nuklir, demi mendukung terciptanya dunia internasional yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR