BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mengais rezeki dengan cara berkeliling di tengah Kota Bandar Lampung Lampung sudah di lakoni Jubaida perempuan berusia 60 tahun sejak 4 tahun silam. Dia mungkin satu-satunya perempuan yang berkeliling jalan kaki menjajakan burung peliharannya.

Kantor Pengadilan Kelas 1A, Tanjungkarang tengah sesak oleh pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan sanak saudaranya mejalani proses persidangan. Saat itu, Jumat (19/10/2018), Jubaida datang menghampiri beberapa pewarta yang kesehariannya meliput disana. Ya, tujuannya tidak lain dan tak bukan hanya untuk menawarkan burung-burung peliharaan miliknya.



"Murah saja pak Rp250 ribu aja dua ini, boleh ditawar kok pak. Berapa bapak ada uang," kata Jubaida.

Wajahnya terlihat memelas mengharap supaya burung peliharannya laku ia jual. Sembari tersenyum Jubadai berucap "Beli lah pak untuk bantu-saya juga" katanya jubaida sembari tersenyum lebar.

Jubaida kepada Lampost.co menceritakan jika uang hasil jualan burung yang ia geluti tiap hari itu untuk jajan dan ongkos sekolah anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMP. "Yang penting halal dan anak saya masih bisa sekolah dan jajan sama seperti anak lainya," kata Jubaida.

Dalam satu hari terkadang dia dapat menjual burung miliknya 5 hingga 6 ekor. Itu pun jika rezeki tengah berpihak kepadanya. Meski tak laku sekali pun, kata Jubaida, dia tetap akan mencari nafkah demi menghidupi keluarga dan jajan sekolah anaknya.

Kantor pemerintahan di tengah Kota Tapis Berseri jadi saksi langkah Jubaida menjajakan burung miliknya. Menurut perempuan tujuh anak ini, dia menawarkan kepada pegawai pemerintah lantaran banyak dari mereka yang hobi memelihara burung kicau.

"Kadang mereka nggak beli tapi saya dikasih uang. Ya macam-macam ada yang Rp20 ribu, ada yang lebih dari itu. Itu kan menurut saya rezeki walau pun nggak beli burung tapi dikasih uang," katanya.

Dia selalu berharap supaya kesehatan badanya selalu terjaga dan dijauhkan dari penyakit, supaya bisa tetap membantu penghidupan untuk keluarganya. "Lumayan kan bisa bantu suami cari nafkah. Yang penting itu halal dan berkah, kenapa harus malu kalau itu halal," katanya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR