BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar rapat konsultasi publik tentang revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota tahun 2011-2030 untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang ada di Kota Tapis Berseri.

Usai rapat, Sekretaris Kota Badri Tamam mengatakan dengan kondisi kemajuan yang begitu pesat di Kota Tapis Berseri, maka perlu  dilakukan peninjauan terhadap Peraturan Daerah (Perda). 



"Melihat perkembangan Kota Bandar Lampung yang cukup pesat, maka perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang tata ruang wilayah kota ini," ujar Badri, di Ruang Tapis Berseri Pemkot, Kamis (11/7/2019).
Hal tersebut sejalan dengan peraturan menteri (Permen) Agraria Tata Ruang/BPN Nomor 6 Tahun 2017 yang telah melakukan peninjauan kembali terhadap perda yang mengatur tata ruang Kota Bandar Lampung tersebut.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah menilai dan mengevaluasi penggunaan tata ruang di kota ini sudah sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah disahkan sebagai perda," kata dia.

Menurut dia, untuk mengupayakan dan meningkatkan kualitas dan perwujudan ruang yang berwawasan lingkungan maka diperlukan dokumen perencanaan tata ruang yang mengakomodir kebutuhan kawasan budidaya dan konservasi/kawasan lindung.

Menurutnya, kegiatan konsultasi publik itu sangat penting bagi semua daerah terutama di Bandar Lampung sebagai ibu Kota Provinsi yang mengedepankan investasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bandar Lampung memiliki daerah perbukitan dan pesisir dengan luas daratan 197,22 KM persegi, luas daerah pesisir 56,57 KM persegi dengan garis pantai mencapai 27,01 KM persegi serta bagian dari teluk Lampung namun semua itu belum bisa dikelola dengan baik.

Dirinya berharap, dengan kegiatan yang mengundang pengamat dan pemerhati lingkungan serta unsur terkait mampu memberikan masukan kepada stakeholder dan masyarakat agar dapat bersama-sama dengan pemkot setempat  menciptakan tata ruang yang sesuai dengan perda yang berlaku.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR