KOTA AGUNG (Lampost.co)-- Lakukan perlawanan saat akan ditangkap, Lasimin (42 tahun) residivis begal yang resahkan pengguna jalan lintas barat (Jalinbar) Tanggamus ditembak petugas pada bagian kaki. Pelaku terkenal sadis saat menjalankan aksinya, bahkan tak segan melukai korbannya, pada Rabu (15/5/2019). Tersangka sebelumnya pernah menjalani hukuman karena melakukan aksi begal di tahun 2013.

Kini dirinya kembali beraksi pada tanggal 10 April 2019 bersama dua orang rekannya. Ketiganya merampas uang senilai Rp100 juta yang disimpan Edi Kasim (79) warga Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran dibawah jok motornya. Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mendampingi Kapolres AKBP Hesmu Baroto, tersangka Lasimin diciduk saat berada di jalan raya Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus pada Selasa (14/5/2019) malam.



Tersangka sempat mengancam petugas menggunakan senjata tajam yang selalu dibawanya. Peringatan yang diberikan tidak digubris dan menyerang ketika berupaya melarikan diri. Lasimin akhirnya tersungkur tidak berdaya saat timah panas menembus kakinya. "Setelah diberikan perawatan medis, tersangka harus menjalani proses penyidikan dan pengembangan kasus," ujar Kasat.

Penangkapan ini berdasarkan aksi pembegalan yang dilakukan pelaku bersama 2 rekannya yang belum tertangkap. Adapun tempat kejadian perkara yaitu di jembatan Siring Betik, Pekon Balak Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. "Uang korban yang dirampas para pelaku merupakan hasil penjualan sebidang lahan kebun jati kepada kepala pekon Rajabasa," ujarnya. Korban bersama Suherman anak kandungnya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo.

Korban sempat memberikan perlawanan dan dibacok oleh tersangka pada bagian punggung. Atas kejahatan itu, tersangka dijerat pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Namun karena tersangka merupakan resedivis maka akan ditambah seperempat hukuman.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR