LIWA (Lampost.co) -- Realisasi target PAD yang bersumber dari retribusi hasil pengujian kendaraan bermotor (KIR) di Dinas Perhubungan Lampung Barat hingga Rabu (18/7/2018) baru mencapai Rp37,090 juta dari target Rp100,3 juta.

Kasi Keselamatan dan Kemitraan Dinas Perhubungan Lampung Barat Meri Antoni mendampingi Kadis PerhubunganGunawan Rasyid, Rabu (18/7/2018), mengatakan realisasi target PAD yang bersumber dari KIR kendaraan bermotor itu belum mencapai target ideal karena disebabkan beberapa faktor. Pertama kendaraan di wilayah Lampung Barat ini terlihat banyak tetapi umumnya kendaraan dari luar daerah yang datang mencari barang atau sebaliknya menyuplai barang ke wilayah Lambar.



Seperti kendaraan pengangkut barang, baik truk maupun pick up bahkan bus angkutan umum juga banyak dari luar daerah.

"Kalau bus yang asalnya dan beroperasinya dari Lambar hanya ada 3 unit. Bus yang terlihat banyak melintas adalah bus plat luar yang tidak mengurus KIR di Liwa," kata Antoni.

Demikian juga kendaraan pickup dan truk juga banyak dari luar daerah yang datang ke Lambar untuk menyuplai barang dan sebaliknya sehingga kepengurusan KIR-nya juga tidak dilaksanakan di Lamabr.

"Kami sudah mencoba untuk melaksanakan pelayanan KIR keliling dengan cara menggiring setiap kendaraan yang melintas di terminal-terminal guna memastikan uji KIR-nya tetapi setelah dilakukan ternyata umumnya berpelat luar," kata Antoni.

Sementara kendaraan oplet atau angkutan pedesaan di Liwa ini terdapat 28 unit tetapi yang layak untuk diberikan KIR hanya sedikit sedangkan selebihnya setelah dilakukan pemeriksaan umumnya tidak memenuhi syarat.

Untuk pengujian kendaraan oplet, kata dia, pelaksanaanya menjadi dilema bagi pihaknya. Sebab sebagian besar oplet yang ada di Lambar ini setelah dilakukan pemeriksaan umumnya tidak layak atau tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan KIR. Karena itu pihaknya tidak memberikan KIR-nya. Namun disisi lain mereka masih tetap beroperasi padahal dilihat dari kondisinya saja sudah tidak layak jalan lagi.

Berdasarkan data rekapitulasi hasil pelayanan KIR yang sudah didapat, kata dia, adapun realisasi PAD dari retribusi KIR sebesar Rp37,090 juta itu terdiri dari KIR bus sebanyak 3 unit dengan pencapaian Rp165 ribu dari target Rp440 ribu.

Kemudian mikrolet Rp105 ribu dari target Rp1,050 juta. Pikap Rp25,960 juta dari target Rp56,4 juta.

Kemudian realisasi KIR truk Rp5,940 juta dari target Rp34,4 juta. KIR ganti buku terealisasi Rp5,190 juta dari target Rp7,9 juta.
 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR