KALIANDA (Lampost.co) -- Kisah pilu dan duka yang mendalam masih terasa dirasakan para korban bencana tsunami di wilayah Lampung Selatan, Sabtu (22/12/2018). Hari itu tsunami tidak pandang bulu hingga meluluhlantakkan semua bangunan yang berada di Pesisir Rajabasa—Kalianda.

Gelombang yang menerjang permukiman hingga 12 meter itu membuat sejumlah korban harus kehilangan sanak keluarga. Salah satunya dialami Repan (8), bocah kelas II sekolah dasar (SD) Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, kini menjadi yatim piatu pascatsunami. 



Bocah yang masih lugu itu harus menerima kemalangan hingga kehilangan ibu kandungnya, Lenawati, yang meninggal akibat dihempas ganasnya tsunami Selat Sunda, sedangkan Repan selamat dari maut hingga bertahan di posko pengungsian di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni. 

Dua tahun sebelumnya, ayah kandung bocah malang itu juga telah lebih dulu meninggal dunia. Dengan adanya tsunami itu, Repan harus kehilangan segala-galanya, termasuk kedua orang tuanya. 

Syariah (52), bude dari Repan, mengatakan ibu Repan turut menjadi salah satu korban meninggal dalam bencana tsunami yang menerjang pesisir Pantai Kalianda—Rajabasa sepekan lalu.

"Jenazah Lenawati berhasil ditemukan dan dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda, Lamsel, setelah tsunami. Sementara Repan berhasil ditemukan kerabatnya masih di bawah reruntuhan puing-puing bangunan," kata dia kepada lampost.co.

Syariah bersama sanak keluarga akan mengurus Repan. Bahkan, sekolahnya Repan akan dipindahkan ke SD Negeri 2 Kelawi, Bakauheni. Biar kami yang mengurus Repan. Sekolahnya juga kami pindahkan," kata Syariah yang juga sebagai pengajar di SD Negeri 2 Kelawi.

Mendengar kabar tersebut, Selasa (1/1/2019) siang, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto mengunjungi posko pengungsian korban tsunami di Balai Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni.

Di posko itu, pandangan Nanang pun menuju raut kesedihan yang masih tampak pada wajah bocah yatim piatu itu. Saat Nanang menghampirinya, orang nomor satu di Kabupaten Lamsel itu pun berusaha menghibur dan membesarkan hati bocah malang itu.

"Repan harus kuat ya, harus semangat, supaya bisa mendoakan orang tua Repan. Repan tidak sendiri, banyak yang sayang Repan," ujar Nanang sesekali mengajak tersenyum Repan.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR