LOMBOK (Lampost.co)--Rentetan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga hari ini mengakibatkan 515 orang meninggal. Data itu sudah dikonfirmasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke jajaran setempat. 

"Rinciannya, 513 (korban meninggal) di wilayah Nusa Tenggara Barat dan dua di Kota Denpasar," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).



Menurut dua, para korban meninggal lantaran tertimpa bangunan saat gempa. Sebanyak 7.145 orang mengalami luka-luka. Sampai Kamis, 16 Agustus 2018, sebanyak 431.416 orang mengungsi dari lokasi gempa. "Meski di lapangan sudah mengalami penurunan. Jumlah pengungsi menurun," kata Sutopo.

Masa tanggap darurat hingga 25 Agustus 2018 kemungkinan akan diperpanjang. Nantinya, para pihak terkait bakal menentukan perpanjangan jika dirasa gempa di Lombok terus berlanjut. 

Sutopo juga mewanti-wanti masyarakat agar tak mudah termakan isu berkaitan dengan gempa. Jika ada pesan berantai yang menyatakan akan terjadi gempa, jangan pernah disebarkan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR