BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mendapatkan tanggapan kurang sedap soal proses pelaksanaan renovasi gedung kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP), yang berada di Jalan Pramuka, Kemiling, Bandar Lampung, Direktur CV. Tiga Jaya Utama memberikan tanggapannya.

Syamsul Rizal,  sebagai Direktur pada CV. Tiga Jaya Utama yang merupakan pelaksana pada kegiatan renovasi gedung kantor BPP, mengatakan bahwa terkait pelaksanaan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spek, pihaknya pun telah mendapatkan teguran baik dari konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 



"Kita dapat teguran dari konsultan pengawas tanggal 9 Agustus, dan dari PPK tanggal 10. Maka kegiatan pemasangan atap rangka baja ini, besok akan kita bongkar dan diganti yang sesuai dengan standar, ujarnya, Jumat, 23 Agustus 2019.

Menurutnya, dalam hal ini dirinya telah dirugikan oleh pihak pemborong atau sub kontraktor dan berdalih bahwa bukan tidak adanya pengawasan dari pihak perusahaan. Dikarenakan sesuai dengan kontrak antara pihak CV dan sub kontraktor, sesuai dengan gambar,  namun yang terpasang tidak sesuai.

"Baja ringan ini kami sub kontraktor kan, pesennya perorangan dengan Danu, kita pesannya dengan danu SNI 0,75 x 0,75 tapi yang dipasang dia 0,70, artinya kami kecolongan," kata dia.

Syamsul menerangkan, untuk dari pihak CV sendiri. Terkait pengerjaan renovasi gedung yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp487.822.600 itu meliputi pergantian atap sampai pengecatan gedung. 

"Pengecatan, rangka atap bongkar, plapon, lantai keramik, pergantian kusen," jelasnya. 

Kemudian, mengenai adanya pergantian item pengerjaan pada bangunan.  Pihaknya menyangkal bahwa tindakan itu bukan semata dikarenakan sistem kontrak pengerjaan yang fleksibel. Sebab seluruh item pengerjaan sudah tertera dalam gambar atau Rancangan Anggaran Pelaksanaan (RAP). 

"Enggak fleksibel,  karena yang rusak itu sudah tertera dalam gambar pada kontrak sudah detail. Misalnya gedung A ini ini,  gedung B ini ini ini, diganti sesuai apa yang ada dalam gambar," ungkapnya.

Atas terdapatnya kendala dalam hal pengerjaan rangka atap baja,  yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan gedung. Sehingga ikut memperhambat proses pengerjaan lainnya seperti pengecatan dan perbaikan lantai,  pihaknya masih berharap masih sesuai dengan waktu pelaksanaan.

"Yakinlah,  bisa tepat waktu. Pekerjaan ini sepertinya terhenti,  sebenarnya enggak. Karena yang dibawah enggak bisa mulai, pengerjaan plapon, lantai dan pengecatan enggak bisa mulai, jadi nunggu atap terpasang baru bawah mulai,  ya sepertinya tidak ada kerjaan, bukan. Karena memang atap belum jadi saja," tutupnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR