BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Puluhan warga demo didepan kantor pemerintah Kota Bandar Lampung menolak penggusuran Pasar Griya Sukarame yang akan dibangun kantor Kejari Bandar Lampung, Selasa (8/5/2010).

Setidaknya ada tiga tuntutan warga yang yakni menolak penggusuran sewenang-wenang terhadap masyarakat Pasar Griya Sukarame, Berikan seluruh hak dasar masyarakat Pasar Griya Sukarame, dan ketiga adalah Kembalikan fungsi Pasar Griya Sukarame.



Koordinator demo Kristina mengatakan aksi kali ini untuk menyerukan menolak penggusuran yang dilakukan sewenang-wenang oleh pemerintah Kota Bandar Lampung.

"Esensi penolakan ini beradakan pengalaman, masyarakat menempati lahan atas izin dari disdag dan pemkot saat itu tahun 1996. Kemudian dari 2000-2018 dikatakan tidak ada masyarakat, kami akan buktikan kami disana ada masyarakat," kata dia disela-sela aksi.

Untuk itu aksi ini dilakukan untuk menagih janji Herman HN-Yusuf Kohar yang menyatakan pro rakyat miskin. "kami kesini nagih itu. Ini penggusuran sepihak, SP 1-3 kami belum ditemui oleh pemerintah yang menandatangi surat itu, kami sudah dua kali ajukan surat permohonan audiensi tapi ditolak " kata dia.

Dia mengatakan warga menuntut pemkot memberikan hak hidup yang sudah terkandung dalam undang undang. "Pemerintah Kota Bandar Lampung belum mampu menjawab hal itu," kata dia.

Lebih lanjut, pihak warga juga menolak pengalihan fungsi lahan dari pasar menjadi kantor Kejari. "Kami menolak, kan lahan ini diberikan hak pakainya adalah pasar, tapi wacananya akan diganti menjadi kantor kejari, ini ada permainan politik diranah pemerintahan," kata dia.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR