BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Rencana gerakan 2019 ganti Presiden yang akan diselenggarakan di Tugu Adipura pada 7 September 2018 mendatang ditentang sejumlah pihak. Kali ini giliran Aliansi Masyarakat Lampung Cinta Damai yang menolak kedatangan Neno Warisman yang akan datang pada acara tersebut.

Ketua Aliansi Masyarakat Lampung Cinta Damai Rubiad mengatakan, pihaknya menolak upaya politisasi agama dalam Pilpres 2019. Sebab dapat berimplikasi pada konflik beragama. 



"Kita khawatir berbagai upaya bakal dilakukan jelang pilpres, salah satunya hal tersebut, makanya kita tolak Neno Warisman, tolak Deklarasi," ujarnya di Mapolda Lampung, Selasa (28/8/2018).

"Konstelasi politik Indonesia cenderung memanas pada Pilpres karena diindikasikan masing-masing capres dan cawapres akan melakukan berbagai upaya untuk perebutan kursi kekuasaan," kata Ketua Aliansi Masyarakat Lampung Cinta Damai, Rubiad, di Mapolda Lampung, Selasa (28/8).

Rubiad khawatir, statement Neno yang cenderung provokatif dan menyampaikan ujaran kebencian menimbulkan masalah nantinya. 

"Dari track record dia, kita khawatir, ya tak perlu lah ada acara ini," katanya.

Pantauan Lampost.co, setidaknya puluhan massa berada di depan  Mapolda Lampung, Selasa siang (28/8/2018).

Orasi yang disampaikan, yakni penolakan gerakan #2019GantiPresiden yang inkonstitusional, menolak segala bentuk gerakan yang dapat menimbulkan persatuan bangsa untuk kepentingan politik, mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengawal pesta Demokrasi 2019, menolak penyebaran isu SARA dan Hoaks untuk kepentingan Pemilu 2019, dan mendukung terselenggaranya pemilu 2019 yang damai serta mendesak Polri untuk menindak tegas lalu menolak gerakan #2019GantiPresiden oleh Neno Warisman.  

Perwakilan mereka pun diterima oleh Polda Lampung. "Ia benar sudah diterima,", kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Lampung, AKBP Yunia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR