BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kaum milenial atau anak muda dituntut lebih peduli dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Hal tersebut dilakukan untuk lebih menjaga masa depannya agar tidak terjerumus di dalam situasi dan kondisi lingkungan yang negatif.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung Boy Zaghlul Zaini menceritakan remaja usia 12—22 tahun merupakan masa-masa paling rawan. Sebab itu, harus diberikan edukasi yang baik agar tidak melakukan penyimpangan.



"Anak muda ini harus lebih peduli salam menjaga kesehatan reproduksinya. Pendidikan dan penyampaian informasinya pun harus tepat. Agar mereka paham," kata dia dalam talkshow Kesehatan Reproduksi Remaja dan Masalahnya di Sai Radio 100FM News & Entertainment Lampung Post, Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Jumat (11/1/2019).

Kesehatan reproduksi atau sex educations, harus diberikan agar remaja bisa menjaga alat vitalnya dan tidak digunakan sembarangan agar tidak terkena penyakit dan terjadi hal-hal negatif lainnya.
Ia mengatakan orang tua dan guru di sekolah harus tepat dalam menyampaikan informasi kesehatan reproduksi. Orang tua di rumah juga harus lebih memahami anaknya.

"Pendidikan seks ini harus disampaikan oleh orang tua atau gurunya yang lebih berkompeten. Jangan dari teman-temannya," ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR