SURVEI lembaga riset pasar Pew Research Center: Internet and Technology (pewinternet.org, 31/5/2018) menemukan terjadinya perubahan preferensi remaja AS terhadap media sosial. Mereka cenderung beralih dari Facebook (FB) ke YouTube, Instagram, dan Snapchat. FB yang pada 2015 dipakai 71% responden, kini menjadi 51%.

Survei terhadap 95% responden dalam rentang usia 13—17 tahun yang mengatakan sudah memiliki akses ke telepon pintar, dari 7 Maret hingga 10 April 2018, mencatat dominasi penggunaan YouTube pada 85%, disusul Instagram 72%, dan Snapchat 69% responden.



Salah satu pendorong perubahan itu, menurut Pew, adalah tingkat kehadiran telepon pintar dalam kehidupan pengguna. Pada periode survei kali ini jumlah telepon pintar dan kekuatannya sudah meningkat pesat. Sisanya mereka yang belum menggunakannya dari keluarga berpenghasilan rendah, mengatakan memiliki laptop atau komputer desktop.

Lebih perincinya, seperti dikutip Kompas-tekno (2/6/2018), Pew juga menemukan 51% responden yang mengaku memakai FB berasal dari kelompok dengan rentang pendapatan variatif. Dari total responden kategori penghasilan tinggi ada 36% yang mengaku memakai (FB), sedangkan dari total responden berpenghasilan rendah ada 70% yang mengatakan memakai FB.

Namun demikian, Pew memberi catatan, survei yang mereka lakukan di 2015 tidak menyertakan YouTube. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh pada survei tahun ini tidak bisa dipakai untuk menyebutkan bahwa platform berbagi video itu lebih populer dari FB.

Survei itu juga menemukan tiada konsensus yang jelas di antara remaja mengenai pengaruh media sosial terhadap kehidupan kaum muda dewasa ini. Minoritas remaja menggambarkan bahwa pengaruhnya cukup positif (31%) atau cukup negatif (24%), tetapi sebagian besar (45%) mengatakan tidak berpengaruh positif maupun negatif.

Menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri, sedikitnya 40% remaja yang mengatakan medsos berpengaruh cukup positif karena membantu mereka selalu terhubung dan berinteraksi dengan orang lain. Banyak dari kelompok ini menekankan medsos telah membuat mereka lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman, serta menghubungkan mereka dengan orang baru.

Adapun yang menyatakan pengaruh medsos negatif untuk usia mereka, 27% remaja kelompok ini menyebut karena medsos membuat mereka lebih mudah merundung dan menyebarkan gosip. Memberi orang audiensi lebih besar untuk mengajarkan kebencian dan saling mencaci. ***

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR