LIWA (Lampost.co) -- Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan sektor perkotaan dan perdesaan (PBB P2) Kabupaten Lampung Barat tahun 2018 hingga Selasa (22/5/2018) baru mencapai Rp66,618 juta dari potensi target PBB Rp3,7 miliar bersumber dari 149.540 objek pajak (OP).

Kabid PBB Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lampung Barat Erwiensyah Husein mendampingi Kepala BPKD Sudarto, Selasa (22/5/2018), menjelaskan realisasi PBB P2 itu sebagian besar diperoleh dari realisasi PBB P2 yang bersumber dari 1 OP PLN sebesar Rp3,169 juta (99,84%) dari target Rp3,174 juta. Kemudian realisasi PBB P2 dari 76 objek pajak menara sebesar Rp51,6 juta (35,03%) dengan target Rp147,3 juta.



Sementara realisasi PBB P2 yang bersumber dari masyarakat umum tersebar di 15 kecamatan baru terealisasi paling tinggi 2,77% dari target yang ditetapkan.

Masih rendahnya realisasi PBB P2 ini, kata Erwiensyah, dikarenakan proses penagihan baru berlangsung pada April lalu. Selain itu, mayoritas masyarakat yang mengandalkan penghasilan dari kebun kopi saat ini baru akan memasuki masa panen. "Pembayaran biasanya banyak berlangsung setelah musim panen selesai," kata dia.

Pihaknya optimis target PBB tahun ini dapat tercapai sesuai target dan telah lunas sebelum jatuh tempo pada 30 September mendatang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR