BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Syafrudin, menyatakan pihaknya akan melakukan peyelidikan terhadap sistem cara rekrutmen 5.000 Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang terdaftar di Kabupaten Tanggamus.



Kejati akan berkoordinasi dengan panita khusus TKS yang dibentuk DPRD Tanggamus, untuk pengumpulan barang bukti serta keterangan yang lengkap dari awal penerimaan TKS di Kabupaten itu.

"Ya kita selidiki dari awal penerimaan, katanya jumlah tenaga kerja sukarela mencapai 5438 sekian dari awal penerimaan, tapi sebenarnya hanya 2353 yang terdaftar," kata Kajati Syafrudin, Rabu (22/11/2017).


"Ya kita lihat lah perkembangannya seperti apa. Pokoknya diacara penegakan hukum prinsipnya kita  harus bersinergi," ujar Kajari.


Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Kejati Lampung ada dugaan Tenaga Kerja Sukarela yang fiktif alias siluman. Saat ini, kata Kajati, tim penyidik tengah mengumpulkan seluruh keterangan saksi dan bukti termasuk melakukan pemeriksaan terhadap yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Dia mengatakan Kejaksaan melakukan penyelidikan dari awal proses pengangkatan TKS. 

Dari informasi yang dihimpun Lampost.co, penyidik Kejati memeriksa EW, salah satu Kasubag di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanggamus. Ia diperiksa sebagai saksi dalam proses penyelidikan pengangkatan TKS di Tanggamus. 

Saat ditanya mengenai pemeriksaan, Kajati Lampung Syafrudin tidak membenarkan dan tidak pula membantah adanya pemeriksaan terhadap EW. Ia menjelaskan proses pemeriksaan terhadap pejabat terkait terus dilakukan dalam proses penyelidikan ini saat ini, "Kalau untuk siapa-siapanya yang diperiksa saya belum tahu. Tapi yang jelas pemeriksaan kita lakukan terus saat ini," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR