BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana memenuhi undangan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (23/8/2018) terkait vaksinasi MR. 

Pertemuan yang dipimpin Menkes Nila Moeloek itu dilaksanakan 3 hari pasca diterbitkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin Measles Rubela (MR) Produksi dari Serum Institute of India (SII) untuk Imunisasi.



"Pertemuan itu dipimpin Menteri Kesehatan didampingi Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am. Juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan pimpinan MUI dari 34 provinsi," kata Reihana kepada Lampost.co, Kamis (23/8/2018). 

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018, ulama bersepakat membolehkan (mubah) penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) produksi SII untuk digunakan pada Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase 2.
Kampanye tersebut menyasar anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di luar Pulau Jawa dan Bali pada Agustus dan September. Keputusan tersebut didasarkan atas 3 hal yaitu kondisi darurat syar’iyyah, keterangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya bahwa terdapat bahaya yang bisa timbul apabila tidak diimunisasi, serta belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci hingga saat ini.

“Sekarang sudah tidak ada keraguan lagi, baik bagi petugas maupun orang tua. Ayo kita laksanakan Kampanye Imunisasi MR di Provinsi Lampung," ujarnya.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR