JAKARTA (Lampost.co)-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi subsidi listrik hingga Mei 2019 sebesar Rp18,45 triliun. Realisasi tersebut baru mencapai 31,10 persen dari pagu subsidi listrik yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp59,32 triliun. 
  
Hingga akhir tahun realisasi subsidi diperkirakan sama dengan pagu yang telah dianggarkan tersebut. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding 2018 yang realisasinya sebesar Rp48,10 triliun. 

Sementara untuk 2020, Kementerian ESDM mengusulkan penurunan. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan subsidi listrik di 2020 diusulkan sebesar Rp58,62 triliun. 
  
"Subsidi listriknya usul turun dari tahun ini," kata Jonan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). 
  
Jonan mengatakan subsidi tersebut bahkan bisa turun lebih besar lagi apabila tarif golongan rumah tangga 900 Volt Ampere (VA) ke atas dilakukan penyesuaian (adjustment) atau kenaikan. Saat ini penyesuaian tarif pada golongan 900 VA memang masih dilakukan penahanan atau dengan kata lain tidak naik. 
 
"Note-nya apabila tarif listrik yang golongan rumah tangga 900 VA ke atas boleh mengikuti tarif adjustment, maka subsidinya akan turun (lebih banyak). Kalau itu (adjustment) tetap, maka subsidinya hanya akan turun Rp600 miliar hingga Rp700 miliar," tutur Jonan. 
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan saat ini golongan 900 VA dibagi menjadi dua kategori yakni yang menerima subsidi dan yang menerima tarif adjustment. Seharusnya untuk golongan adjustment dilakukan kenaikan tarif selama ini.
 
Namun dengan pertimbangan untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah dan DPR sepakat untuk menahan kenaikan tersebut pada golongan 900 VA dengan tarif adjustment. Sehingga baik yang subsidi maupun adjustment sama-sama tidak mengalami kenaikan tarif. 
  
Rida mengatakan jika golongan 900 VA adjustment tersebut disepakati bersama oleh DPR boleh dinaikkan tarif listriknya, maka bisa mengurangi subsidi hingga Rp6 triliun. "Jadi misalkan itu dilepas mengikuti tarif adjustment akan mengurangi Rp6 triliun," kata Rida. 
 
Kendati demikian, Rida memastikan di tahun depan tetap ada subsidi bagi masyarakat yang sesuai regulasi berhak menerima. Misalnya golongan 450 VA dan 900 VA penerima subsidi.
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR