LIWA (Lampost.co) -- Realisasi pendapatan daerah yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor yang dikelola Samsat Liwa tahun 2019 hingga akhir Agustus lalu baru mencapai 66,55% atau Rp23,9 miliar dari target Rp36 miliar.

Kepala Samsat Liwa David Zuljahri mengatakan pencapaian itu sudah standar. Pihaknya juga optimis sampai akhir anggaran mendatang target tersebut bisa tercapai 100%. "Realisasi sebesar Rp23,9 miliar dari target Rp36 miliar itu, rincianya adalah pokok pajak baru terealisasi Rp8,098 miliar (62,30%) dari target Rp13 miliar," jelas dia, Jumat, 6 September 2019.



Kemudian BBNKB terealisasi Rp15,558 miliar (67,62%) dari target Rp23 miliar. Sementara lainya adalah realisasi yang didapat dari denda BBN sebesar Rp21,752 juta dan SP3D atau denda pajak sebesar Rp149,475  juta.

Upaya untuk meningkatkan realisasi target pendapatan itu, lanjutnya, kedepan pihaknya terus melakukan terobosan salahsatunya melaksanakan pelayanan Samsat keliling di kecamatan-kecamatan salahsatunya di kecamatan Way Tenong.

Kemudian dalam acara Liwa Fair mendatang, pihaknya juga akan melaksanakan pelayanan Samsat keliling. Pihaknya juga siap melayani secara keliling jika ada permintaan Pemkab atau masyarakat misalnya ada kelompok yang meminta untuk dilayani secara massal.

Lalu melalui kegiatan operasi patuh yang dilaksanakan oleh Polres, bahwa bagi pemilik kendaraan yang didapati belum membayar pajak juga ditekankan untuk segera melaksanakan kewajibanya.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Badan Keuangan Daerah Lambar tentang pelayanan upaya pembayaran pajak kendaraan khususnya bagi kendaraan dinas.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR