GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Tim gabungan temukan boraks yang dijual bebas dan sejumlah makanan mengandung zat berbahaya, dalam gelaran razia makanan pada Jumat (25/5/2018).

Tim terdiri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Lamteng, Dinas Perindustrian, Perdagangan, serta Polres. Kepala BPOM Samsul Yani dan Plt Kadis Kesehatan Lamteng Khairul Azman dan sejumlah staf langsung menuju pusat perbelanjaan di Pasar Bandarjaya dan pasar tradisional lainnya.



Tim melakukan uji sampel pada 34 jenis makanan. Uji sampel langsung dilakukan di mobil laboratorium. Hasilnya enam produk mengandung rhodamin dan dua mengandung boraks.

Kepala BPOM Samsul Yani mengatakan selain uji sampel pihaknya juga menemukan pedagang menjual bebas boraks. "540 bungkus kecil boraks kami sita. Temuan ini akan kami telusuri," ujar dia.

Plt Kadis Kesehatan Khairul Azman mengatakan pihaknya menghimbau pedagang dan masyarakat agar lebih berhati-hati dan cermat terhadap makanan. "Perhatikan dulu label izin produksi, masa kadaluwarsa, dan kandungan makanan," ujar dia.

"Pengawasan tetap kami lakukan secara kontinyu dan masyarakat juga berperan aktif. Kami sediakan email pengaduan di alamat email diskeslamteng11@ yahoo.co.id, kalau ada keluhan atau temuan produk berbahaya. Maka akan kita tindaklanjuti," tambah Khairul.

Menurut Khairul makanan yang mengandung zat rhodamin dan boraks bisa merusak fungsi hati. Begitu juga makanan yang sudah kadaluwarsa berbahaya jika tetap dijual dan sampai dikonsumsi. "Mari kita semua saling mengawasi dan berpwrilaku hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup," jelas Khairul.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR