KALIANDA (Lampost.co)--Ratusan tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terancam gagal panen atau rusak (puso). Pasalnya, dalam benerapa hari terakhir seluas 360 hektare tanaman padi berusia 30 -40 hari setelah tanam (HST) terendam banjir. 

Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan hujan yang mengguyur sejak empat hari terakhir mengakibatkan tanaman seluas 360 Ha terendam banjir. Adapun rinciannya di Desa Pulautengah seluas 100 Ha, Bandanhurip 150 Ha, Bangunan 40 Ha, Palasjaya 20 Ha dan Mekarmulya 50 Ha. 



"Hingga hari ini berdasarkan pantauan para Penyuluh tanaman masih ada yang terendam. Namun, untuk lahan persawahan di Desa Bangunan mulai surut. Sehingga, diprediksi tanaman padi nya aman dari puso," kata dia melalui sambungan WhatsApp, Kamis (25/4/2019).

Berdasarkan pemantauan Lampost.co di lapangan, kata Agus, pihaknya memperkirakan tanaman padi seluas 108 Ha terancam rusak atau gagal panen. Adapun rinciannya di Desa Pulautengah seluas 45 Ha, Bandanhurip 28 Ha, Palasjaya 10 Ha, dan Mekarmulya 25 Ha. 
"Untuk sementara kita lihat dulu dalam waktu dua atau tiga hari kedepan. Jika masih terendam, maka luasan yang akan puso makin banyak. Tapi, kalau sudah surut, tentu tanaman padi akan aman," kata dia. 

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Pulau Tengah, Dwi Ratnawati mengatakan, hingga saat ini tanaman padi seluas 100 hektar di desa setempat masih terendam banjir. Meski telah memasuki hari keempat belum ada tanda air akan surut. "Saat ini tanaman padi masih terendam, sudah hari keempat belum ada tanda air akan surut bahkan air cenderung membesar,” kata dia. 
Dwi menjelaskan, dampak bajir ini berpotensi menyebabkan puso pada tanaman padi di wilayah setempat. Pasalnya di wilayah setempat tanaman padi yang terdampak banjir sebagian besar berumur di bawah 30 HST. 

Hal senada diungkapkan, PPL Desa Badanhurip, Nuwun, untuk luasan lahan 150 hektar tanaman padi yang terendam banjir mulai berangsur-angsur surut. untuk itu, potensi puso yang akan dialami cenderung lebih kecil.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR