BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lampung Fair 2018 menjadi ajang bagi ratusan masyarakat untuk berkonsultasi terkait industri jasa keuangan. Hal itu terus terjadi di tenda pameran milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang kegiatan pameran pembangunan provinsi itu digelar sejak 12 Oktober hingga Jumat (26/10/2018).

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK perwakilan Lampung, Dwi Krisno Yudi Pramono menjelaskan dalam Lampung Fair 2018 ini pihaknya membuka layanan konsumen konsultasi dan pengaduan, serta Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).



Layanan konsumen tersebut ditujukan untuk pengunjung Lampung Fair yang ingin berkonsultasi khususnya masyarakat yang memerlukan informasi atau penjelasan terkait dengan industri jasa keuangan (IJK). Begitu pula layanan pengaduan untuk konsumen yang memiliki masalah yang tidak dapat diselesaikan terkait IJK bisa langsung disampaikan di stand OJK.

"Sementara dalam melayani SLIK untuk masyarakat guna mengetahui informasi keuangan masyarakat yang mempunyai kredit dilembaga jasa keuangan. SLIK diberikan kepada masyarakat dengan syarat mengisi formulir, membawa KTP asli, dan membuat surat kuasa jika permintaan diwakilkan," kata Dwi kepada Lampost.co.

Menurutnya, dalam dua pekan perhelatan pameran itu pihaknya sudah menerima ratusan konsultasi terkait IJK. Umumnya, OJK menerina konsultasi terkait perbankan, pembiayaan, dan asuransi. "Rata-rata sehari bisa 30 orang yang konsultasi di stand kami," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR