KALIANDA (Lampost.co) -- Ratusan hektare tanaman padi di beberapa desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dinyatakan puso atau gagal panen. Kerusakan itu akibat terendam banjir beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa saat dihubungi Lampost.co, Selasa (14/5/2019). Dia menyatakan tanaman padi seluas 325 hektare di Kecamatan Palas sudah dipastikan puso. "Dari luas 635 hektare tanaman padi yang terdampak banjir, 325 hektare sudah dipastikan rusak karena terendam banjir selama 7-10 hari. Banjir disebabkan hujan deras dan debit air di saluran sekunder dan Way Sekampung tinggi," kata dia.



Menurut Agus, kerusakan tanaman padi itu tersebar di tujuh desa, yakni Desa Bandanhurip 65 Ha, Pulautengah 100 Ha, Palasjaya 10 Ha, Mekarmulya 50 ha, Baliagung 55 Ha, Bumirestu 25 Ha dan Bangunan 20 Ha. "Kerusakan terluas di Desa Pulautengah, karena tanaman padi dengan usia 15-30 hari setelah tanam (HST) terendam selama 10 hari. Sehingga, tanaman padi membusuk akibat air yang tidak surut-surut," kata dia.

Dari total 325 Ha, kata Agus, luas tanaman padi yang dijamin oleh Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hanya seluas 115,75 ha. Sedangkan, sisanya 209,25 ha belum terdaftar di PT Jasindo. "Untuk Tanaman padi yang tidak masuk AUTP, kami usulkan bantuan benih. Hal ini agar mengejar percepatan tanam musim gaduh mendatang. Alhamdulillah bantuan benih baru tersalurkan di tiga desa yang terdampak banjir," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR