KETAPANG (Lampost.co)--Lahan persawahan yang dilanda kekeringan di kabupaten Lampung Selatan kian meluas.  Tidak hanya di kecamatan Kalianda,  Palas, dan Sragi.  Ratusan hektare tanaman padi di lokasi sawah tadah hujan pada sejumlah desa di kecamatan Ketapang juga terancam gagal panen akibat kekurangan air. 

Pemantauan Lampost.co pada Selasa  (24/7/2018), sejumlah lahan persawahan yang sudah ditanami padi umur 7 - 15 hari mulai kekeringan di sepanjang jalinpantim kecamatan Ketapang.  Bahkan sebagian tanah sudah ada yang retak. Bibit padi yang belum sempat ditanam pun terlihat menua dilahan persemaian, seperti terlihat di desa Bangunrejo dan Sripendowo.
“Aliran sungai maupun siring sudah kelihatan kering. Sudah tidak ada airnya lagi yang disedot walau kami telah menyiapkan mesin sedot. Kami hanya mengandalkan hujan turun dari langit untuk membasahi tanaman padi yang mulai kekerigan,” kata Trimano,  petani padi di Desa Bangunrejo,  kecamatan Ketapang kepada Lampost. co, Selasa (24/7/2018).
Selain siring yang kering,  ujar dia,  embung kecil menyerupai kolam yang dibuat di areal persawahan juga kekeringan. Ia memperkirakan tanaman padi usia dua minggu itu akan mati jika selama dua pekan kemudian hujan tidak juga turun didaerah ini. “Musim gadu bisa gagal panen jika hujan tak segera turun,” ucapnya. 
Hal senada diungkapkan Maryanto (42) salah satu petani di jalinpantim desa Legundi. Ia menyebutkan  menanam padi  seluas 3/4 hektare  pada bulan lalu.  Saat ini kondisinya mulai menguning karena kekurangan air. 



Meski memiliki sumur bor,  ujar Maryanto, sumur bor juga ikut kekeringan. “Mungkin saking banyaknya yang nyedot air, sumur bor juga mulai susah keluar air," kata dia. 
Berdasarkan data Dari Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan kehutanan (BP3K) kecamatan Ketapang, setidaknya pada musim gadu 2018 ini, lahan  persawahan yang ditanami padi mencapai 1.634 hektare dengan usia tanam 7 hati sampai 30 hari.  Tanaman padi yang terancam kekeringan berada pada lokasi sawah tadah hujan.  “Sehingga saat tidak ada hujan berkepanjangan, maka lahan akan kekeringan," kata Herlan kepala BP3K kecamatan Ketapang. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR