BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Ratusan hektare lahan sawah di berbagai daerah di Lampung mengalami puso atau gagal panen. Namun, cadangan beras tidak terpengaruh dengan kondisi itu karena panen tahun lalu tercatat surplus.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Bagiyo Warsito mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan. "Cadangan stok kita enggak berpengaruh walaupun tergenang banjir, kita masih tetap surplus kok," kata dia kepada Lampost.co, Senin (5/3/2018).



Lahan puso itu salah satunya terjadi di Lampung Timur yang tercatat 750 hektare pertanaman padi puso. Tanaman padi yang tidak bisa dipanen dan tidak bisa diselamatkan lagi itu tersebar di tujuh kecamatan.

Kasi Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Lamtim Hadi Makrum menjelaskan beberapa pekan terakhir kondisi cuaca memang cukup ekstrem.

Menurutnya, luas lahan tanaman padi yang terendam banjir sekitar 2.604 hektare dan tersebar di 16 kecamatan. Namun, kemudian bertambah hingga mencapai 3588 hektare tersebar di 21 kecamatan. "Dari ribuan hektare lahan yang terendam banjir itu sekitar 750 hektare pertanaman mengalami puso dan tidak bisa terselamatkan lagi," kata dia, kemarin.

Adapun ke-750 hektare tanaman padi yang mengalami puso dan tidak bisa dipanen lagi itu tersebar di tujuh kecamatan, yakni Sukadana seluas 476 hektare, Way Bungur (145 ha), Raman Utara (47 ha). Kemudian, Brajaselebah (26 ha), Labuhanratu (17 ha), Batanghari (10 ha), dan Sekampungudik (1 ha). "Karena sudah terendam banjir selama beberapa hari belakangan, sudah tidak bisa dipanen lagi,” kata Hadi.

Hal yang sama juga dialami petani di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan. Rusaknya tanaman padi yang telah berumur sekitar 7—30 hari setelah tanam itu akibat hujan deras sepekan lalu hingga tanaman terendam banjir.

Plh Kepala UPT Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan tanaman padi seluas 887 hektare di Kecamatan Palas dan Sragi sudah dipastikan puso. "Padi yang rusak mencapai 807 ha untuk kecamatan Palas, sedangkan di Sragi seluas 80 hektare," kata dia di Desa Margajasa, Sragi, kemarin.

Sementara di Lampung Tengah, Dinas Pertanian setempat masih memastikan 400 hektare lahan terendam apakah puso. "Kami akan cek, kalau memang puso, kami bantu benih untuk mereka menanam lagi," kata Kadis Pertanian Lamteng Rusmadi, kemarin.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR