KALIANDA (Lampost.co) -- Ratusan hektare tanaman padi di lima desa diKecamatan Candipuro, Lampung Selatan, terendam banjir akibat luapan sungai Way Katibung dan rusaknya dua pintu air membuat sungai Way Katibung.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun lampost.co, kelima desa yang persawahannya terendam banjir meliputi, Sinarpasemah, Beringinjaya, Karyamulyasari, Cintamulya dan Banyumas. Banjir menyerang tanaman padi di daerah tersebut sejak Senin pagi (5/3/2018).
Usia tanaman padi milik petani setempat yang terendam banjir bervariasi dari dua minggu hingga enam puluh hari. "Usia tanaman bervariasi, dua minggu-dua bulan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelaksanaan Penyuluh Pertanian (P3) Kecamatan Candipuro, Legiyem.
Untuk lahan padi yang terendam banjir, pihaknya sedang menginventarisir jumlah keseluruhan di lima desa tersebut.
"Ada sekitar se ratusan hektare tanaman padi yang terendam, termasuk ada tanaman jagung juga, sedang kami data jumlah keseluruhannya," kata dia.
Sekitar satu meter ketinggian air yang merendam tanaman para petani di Kecamatan Candipuro. Banjir sangat bergantung dengan curah hujan di wilayah sekitar."Ada sekitar satu meter, namun ini banjir lewat, sangat tergantung dengan hujan," ujarnya.

Kecamatan Candipuro, khususnya di lima desa tersebut merupakan langganan banjir, apabila musim hujan. Salah satu penyebab banjir, karena jebolnya tanggul penangkis banjir di Desa Sinarpasemah, sekitar empat tahun silam. Berawal hanya belasan meter yang jebol, akhirnya meluas hingga ratusan meter, akibat tidak cepat di perbaiki.
Tanggul yang jebol sudah diperbaiki pemerintah pada tahun 2017 silam, namun permasalahan banjir tidak kunjung selesai. Saat ini dua pintu air yang rusak memicu air sungai Way Katibung masuk ke persawahan dan mengenangi tanaman padi petani. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR