KOTABUMI (Lampost.co)-- Ratusan hektar areal lahan sawah yang memanfaatkan air bersumber dari  jaringan irigasi teknis bendungan Way Rarem di tiga kecamatan terancam gagal panen. 
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (19/6/2019) mengatakan merujuk data yang di himpun petugas di lapangan, diperkirakan ratusan hektar areal lahan sawah yang memanfaatkan pengairan dari jaringan irigasi teknis bendungan Way Rarem di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Abung Timur,  Abung Semuli dan Abung Surakarta, terancam mengalami gagal panen. 
 
Hal itu, dapat di lihat dari hamparan padi dengan usia sekitar 1,5--2 bulan di kecamatan setempat mulai menguning daunnya karena tidak mendapat kecukupan pasokan air atau mengalami kekeringan. Terkait penyebab, menurutnya, sejak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Sub Unit Daerah Irigasi (DI) Way Rarem memutuskan menghentikan pasokan air lantaran akan dilaksanakannya perbaikan pada Waduk Way Rarem dan jaringan irigasi besar pada akhir April 2019 lalu. 
 
Lalu, sebagian petani padi di kecamatan setempat, ada yang melakukan penanaman atau gadu nekat dengan pertimbangan, areal lahan sawah masih mendapat pasokan air dari air hujan seperti di 2017-2018 lalu. Hanya saja, pada Mei 2019 sampai pertengan April 2019 ini, intensitas curah hujan yang turun di wilayah tidak mencukupi untuk memenuhi pasokan air di areal sawah setempat. 
 
"Petani mengandalkan pasokan air dari curah hujan," ujarnya. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR