KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Tim Khusus Opsnal Narkoba dan Opsnal Reskrim Polres Tanggamus berhasil membongkar kepemilikan ladang ganja diatas lahan seluas 2 hektare di Pedukuhan Tulung Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Tanggamus, Kamis (8/11/2018).

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma saat ungkap kasus mengatakan bahwa pihaknya telah menyita 80 batang ganja siap panen dan 20 batang berukuran lebih kecil dan 21 batang dalam kondisi persemaian.



"Seluruh barang bukti ini diambil dari 3 titik lokasi diladang yang luasnya mencapai 2 hektare," katanya.

Penemuan ini berdasarkan informasi kepada Tim Opsnal Jatrantas tentang adanya penjualan ganja masih dalam kondisi basah, pada Sabtu (27/10/2018). Pada Minggu (28/10/2018), bersama tim Opsnal narkoba berhasil temukan kebun ganja dilahan pertanian berjarak 10 kilometer dari Kotaagung dan 3 jam perjalanan mendaki.

Dari hasil temuan ini, lanjut Kapolres, Satnarkoba berhasil mengantongi pemilik kebun berinisial Awi warga Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur. Petugas tidak berhasil menemukan Awi yang diduga melarikan diri dan telah ditetapkan sebagai DPO.

"Kemudian dilakukan pengembangan dan didapatkan nama penggarap kebun atas nama Mat Yusuf (59) warga Dusun Bayur, Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung," kata dia.

Yusuf sebelumnya sempat melarikan diri dan bersembunyi dikediaman anaknya di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan dari tersangka Yusuf, bahwa pemilik kebun adalah Awi. Dirinya melakukan penanaman ganja ini juga atas perintah Awi dengan upah Rp100 ribu - Rp250 ribu perminggu. Upahnya ini merupakan hasil penjualan tanaman ganja tersebut.

Turut disita barang bukti berupa 1 unit Handphone, 80 batang ganja setinggi 2 meter, 20 batang ganja setinggi 80 centimeter, 21 batang ganja setinggi 18 centimeter. 

Kepada tersangka dikenakan pasal 111 ayat (2) UU RI NO 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR